Furuki Okite no Mahou Kishi
Sinopsis
"Di era ketika pedang telah tumpul dan sihir hanyalah tarian, Sang 'Bencana' terbangun untuk menunaikan janji terakhirnya."
Seribu tahun yang lalu, dunia hanyalah sebuah jagat penjagalan. Tidak ada ruang bagi belas kasihan. Para ksatria di masa itu bertarung dengan Hukum Kuno—sebuah teknik sihir brutal yang memeras Mana hingga batas terakhir demi satu tebasan yang pasti membunuh. Di tengah sungai darah itu, berdiri Sid Blamage, sang ksatria paling ditakuti yang keberadaannya dihapus dari sejarah karena dianggap terlalu "Barbar" bagi peradaban yang beradab.
Namun, sebelum Sid memasuki tidur panjangnya, Raja Suci Alsur mengukir sebuah janji pada darah keturunannya: "Jika suatu saat dunia ini kembali diselimuti kegelapan yang tak sanggup kalian hadapi, panggillah ksatria paling buas yang pernah ada. Panggillah sahabatku, Sid."
Ribuan tahun berlalu, dan janji itu dianggap hanya sebagai dongeng, sampai Alvin Nor Calvania, seorang 'pangeran' yang dianggap pecundang, mengaktifkan segel kuno di saat maut menjemputnya.
Sid terbangun di era modern yang memuakkan. Ia mendapati sihir telah berubah menjadi teori sekolah yang lembek, penuh gerakan hiasan yang tidak efisien, dan ksatria yang hanya pandai bersilat lidah. Bagi Sid, kehidupan ksatria saat ini hanya mengajarkan cara untuk mati.
Kini, sebagai instruktur kelas "sampah", Sid memulai metodenya sendiri. Di kelas sampah inilah, Sid akan membangkitkan kembali seni membunuh yang telah punah. Ia tidak akan mengajari mereka cara menjadi pahlawan; ia akan menempa mereka menjadi predator yang mampu bertahan hidup di neraka.
Dan ketika bayang-bayang kuno dari masa lalu—Ordo Kegelapan—mulai menuntut tumbal darah di lorong-lorong kota, dunia akan menyadari satu hal:
"Etika tidak membunuh monster. Pedang yang bersimbah darahlah yang melakukannya."


Komentar
Posting Komentar